SEGERA BERGABUNG DI POKER757 SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA YANG AMAN DENGAN MINIMAL DEPOSIT Rp25.000 DAN MINIMAL WITHDRAW Rp50.000, MENYEDIAKAN 8 GAME DALAM 1 AKUN : BANDAR66(BARU) , BANDARQ , POKER , BANDAR POKER , DOMINOQQ , CAPSASUSUN , ADUQ , SAKONG^^ , YANG PASTI FAIR PLAY TANPA BOT !!.

Satu lagi LEGENDA hidup dari negeri Samba akhirnya gantung sepatu

No Comments

       Rio de Janeiro - Legenda Timnas Brasil, Ronaldinho, telah memutuskan gantung sepatu. Mantan pemain Barcelona ini berterima kasih atas semua hal yang membuatnya sukses.

Salah satu hal menarik yang diucapkan Ronaldinho adalah ketika dia mengucapkan terima kasih pada bola. Pria berusia 37 tahun ini mengaku amat mencintai sepak bola.



Oleh karena itu, amat sulit bagi dia berhenti dari sepak bola. Ini merupakan pernyataan resmi pertama Ronaldinho selepas dia pensiun, di mana pengumumannya dilakukan saudaranya pada Selasa lalu.

"Setelah tiga dekade didedikasikan untuk sepak bola, saya meninggalkan impian masa kecil saya -- sebuah mimpi yang terwujud," kata Ronaldinho, seperti dilansir AFP.

Sesungguhnya selama lebih dari dua tahun, mantan pemain AC Milan ini tidak benar-benar bermain dalam kompetisi sepak bola profesional. Tapi, nama besarnya masih menjadi daya tarik.

Panggilan sayang

"Ronaldinho" adalah nama panggilan sayang dari nama depannya "Ronaldo." Sebelum bermain di Eropa, orang-orang Brasil memanggilnya "Ronaldo Gaúcho", untuk membedakannya dengan Ronaldo, rekannya di timnas Brasil.

Setelah Ronaldo hijrah ke Eropa, ia tidak lagi menggunakan nama "Gaúcho", dan memilih nama Ronaldinho yang lebih dikenal hingga kini.

Keterampilan sepak bola Ronaldinho mulai berkembang pada usia 8 tahun. Ia pertama diberi julukan Ronaldinho karena ia pemain termuda dan pemain terkecil di pertandingan klub remaja

Seperti Legenda Real Madrid

"Terima kasih bola tua karena menjadi sumber inspirasi selama ini dan pendamping melalui begitu banyak kemenangan," ujar Ronaldinho.

Mengucapkan terima kasih pada bola juga pernah dilakukan legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano. Hal itu dilakukan Di Stefano sebelum dia wafat pada 2014.

"Orang-orang yang mengenal saya tahu betapa pemalunya saya dan saya biasanya tidak banyak bicara, tetapi saya ingin berterima kasih dengan segenap jiwa saya kepada mereka yang telah membantu saya melakukan hal yang paling saya sukai," jelasnya.



Penuh Trofi

Ronaldinho menikmati karier yang dipenuhi trofi bergengsi. Dia pernah bergabung dengan Gremio, Paris Saint-Germain, Barcelona, AC Milan, dan kembali berkarier di Brasil.

Bersama Timnas Brasil, Ronaldinho ikut memenangi Copa America pada 1999 dan Piala Dunia 2002, meraih Ballon d'Or pada 2005. Dia juga ikut memenangi Liga Champions pada 2006 dan Copa Libertadores pada 2013.

Selain itu, dia pernah mengangkat trofi La Liga Spanyol dua kali bersama Barcelona. Bersama AC Milan juga Ronaldinho memenang scudetto pada 2010-2011.

back to top