
BERITA HOT PASTI - Masalah seksual atau disfungsi seksual, mengacu pada masalah selama siklus respons seksual yang mencegah individu atau pasangan mengalami kepuasan saat berhubungan seksual.
Siklus respons seksual memiliki empat fase yaitu kesenangan, masa plateu, orgasme, dan resolusi.
Banyak wanita mungkin malu untuk mengakui bahwa ia mengalami disfungsi seksual. Ketidakmampuan untuk terangsang secara fisik selama hubungan seks pada wanita ini sering kali disebabkan oleh lubrikasi vagina yang tidak mencukupi.
Bisa juga karena wanita mengalami vaginismus, yaitu kejang otot yang menyakitkan di sekitar vagina sehingga mereka tidak merasakan orgasme.
Dikutip dari WebMD, berikut fakta-fakta disfungsi seksual pada wanita.
Penyebab disfungsi seksual
Disfungsi seksual dapat disebabkan masalah fisik maupun psikologis. Penyebab fisik termasuk diabetes, penyakit jantung, penyakit saraf, ketidakseimbangan hormon, menopause, penyakit ginjal atau gagal hati, dan penyalahgunaan obat.
Selain itu, efek samping obat-obatan tertentu termasuk beberapa obat antidepresan dapat memengaruhi hasrat dan fungsi seksual.
Sementara itu, penyebab psikologis disfungsi seksual meliputi stres dan kecemasan, depresi, perasaan bersalah, atau efek dari trauma masa lalu.
Hal yang memengaruhi disfungsi seksual pada wanita
Masalah paling umum terkait dengan disfungsi seksual pada wanita meliputi terhambatnya hasrat seksual, perubahan hormonal, kehamilan, kurangnya antusiasme seksual, gaya hidup, hingga ketidakmampuan wanita untuk terangsang.
Diagnosis disfungsi seksual wanita
Untuk mendiagnosis disfungsi seksual wanita, dokter kemungkinan akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala secara menyeluruh.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi kesehatan organ reproduksi dan Pap smear untuk mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks (untuk memeriksa adanya kanker atau kondisi pra-kanker).
Pengobatan disfungsi seksual wanita
Pendekatan ideal untuk mengobati disfungsi seksual wanita melibatkan upaya tim antara wanita, dokter, dan terapis terlatih. Kebanyakan masalah seksual dapat diperbaiki dengan menangani masalah fisik atau psikologis yang mendasarinya.

